JAMBI- PDI Perjuangan Provinsi Jambi menuntaskan salah satu agenda politik terbesarnya menjelang kontestasi 2029. Melalui rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan pelantikan 144 Pengurus Anak Cabang (PAC) di 11 kabupaten/kota, partai berlambang Banteng Moncong Putih itu tengah membangun ulang kekuatan struktur hingga ke tingkat akar rumput.
Musancab terakhir digelar di Kota Jambi pada Sabtu (9/5/2026), sekaligus menandai berakhirnya proses konsolidasi internal yang berlangsung hampir dua pekan penuh secara maraton di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jambi, Edi Purwanto, menyebut Musancab bukan sekadar agenda administratif partai, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kekuatan organisasi tetap solid menghadapi dinamika politik ke depan.
“Secara keseluruhan kita memiliki 144 kecamatan. Sementara di tingkat desa dan kelurahan ada sekitar 1.585. Khusus Kota Jambi terdapat 11 kecamatan dan 68 kelurahan,” ujar Edi.
Rangkaian Musancab dimulai dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada 26 April 2026, kemudian berlanjut ke Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tebo, Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Sarolangun, hingga ditutup di Kota Jambi.
Mesin Politik dari Tingkat Bawah
Sementara Bendahara DPC PDIP Kota Jambi yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Jambi Maria Magdalena SS menambahkan, konsolidasi yang dilakukan PDI Perjuangan Jambi menunjukkan bahwa partai mulai memfokuskan perhatian pada penguatan struktur paling bawah. Setelah pembentukan PAC di tingkat kecamatan, partai akan melanjutkan pembentukan pengurus ranting di desa dan kelurahan serta anak ranting.
Dalam politik elektoral, struktur bawah menjadi faktor penting dalam menjaga loyalitas pemilih sekaligus menggerakkan kerja-kerja politik lapangan. Terlebih, Pemilu 2029 diperkirakan akan berlangsung lebih kompetitif dengan perubahan peta pemilih yang semakin didominasi generasi muda.
“Konsolidasi ini penting agar struktur partai sampai ke bawah benar-benar solid. Kita tidak ingin ada ranting yang lemah. Semua harus bergerak,” ujar Maria Magdalena.
Disebutkan, langkah ini juga memperlihatkan arah strategi PDI Perjuangan Jambi yang mulai mengedepankan kerja politik berbasis organisasi, bukan semata mengandalkan figur menjelang pemilu. Dalam beberapa tahun terakhir, partai-partai politik dinilai menghadapi tantangan serius berupa melemahnya kaderisasi dan renggangnya hubungan dengan basis pemilih di tingkat bawah.
"Karena itu, penguatan ranting hingga anak ranting menjadi upaya mempertahankan mesin partai tetap hidup di tengah meningkatnya pragmatisme politik lokal," kata Maria Magdalena.
![]() |
| Foto IST. |
Sinkronisasi Program hingga DPR RI
Selain penguatan organisasi, DPD PDI Perjuangan Jambi juga mulai menyelaraskan program partai dengan kerja politik para legislator di semua tingkatan, mulai DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi hingga DPR RI.
Edi Purwanto kembali menambahkan, pendekatan kolaboratif tersebut diperlukan agar program kerakyatan memiliki dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas politik partai.
“Program DPRD kabupaten, DPRD provinsi hingga DPR RI akan kita kolaborasikan. Budaya gotong royong menjadi kunci dalam mendorong kemajuan partai dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa PDI Perjuangan Jambi tengah membangun pola politik yang terintegrasi antara struktur partai dan kekuatan legislatif. Strategi serupa lazim dilakukan partai besar untuk menjaga kesinambungan pengaruh politik di daerah.
Tak hanya itu, Edi juga menegaskan bahwa partai akan lebih mengutamakan kader internal dalam menghadapi Pilkada mendatang. Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa PDI Perjuangan ingin memperkuat regenerasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada figur eksternal.
Regenerasi Politik dan Masuknya Gen Z
Di tengah penguatan struktur partai, muncul pula fenomena menarik dari masuknya generasi muda ke dalam kepengurusan partai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bergabungnya Salsabila Alethea sebagai Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Kehadiran perempuan muda kelahiran Jambi, 3 Desember 2001 itu dinilai menjadi bagian dari proses regenerasi politik di tubuh PDI Perjuangan Jambi.
Salsabila atau Salsa dikenal memiliki latar belakang akademik dan dunia usaha. Ia merupakan alumni SMA Titian Teras dan lulusan Sarjana Hukum Universitas Jambi. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemilik MADILOG Coffeeshop dan aktif di HIPMI Kota Jambi.
Masuknya Salsa ke dunia politik tidak lepas dari pengaruh sang ayah, Cecep Suryana, kader senior PDI Perjuangan Jambi yang kini menjabat Wakabid Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jambi hasil Konperda November 2025.
Cecep menilai keterlibatan generasi muda menjadi kebutuhan strategis menghadapi Pemilu 2029, mengingat dominasi pemilih muda diperkirakan semakin besar.
![]() |
| Foto IST. |
“Tahun 2029 nanti, 70 persen pemilih adalah Gen Z. Kelompok ini butuh perlakuan khusus, yakni berpolitik dengan riang gembira namun tetap memiliki tujuan utama: sejahtera, berdaya, dan menang bersama-sama,” ujarnya.
Fenomena masuknya Gen Z ke partai politik menjadi dinamika baru dalam politik lokal Jambi. Selama ini, anak muda cenderung dipandang apatis terhadap politik formal. Namun, kehadiran figur muda dengan latar belakang pendidikan, bisnis, dan organisasi dinilai mampu menjembatani komunikasi politik dengan generasi pemilih baru.
Langkah Salsa juga mendapat dukungan dari Ratu Munawaroh dan Roidah Pane yang menilai keterlibatan perempuan muda penting untuk memperkuat representasi perempuan dalam politik daerah.
Menatap Pemilu 2029
Dengan rampungnya konsolidasi 144 PAC, PDI Perjuangan Jambi kini memasuki fase berikutnya: memastikan mesin partai bergerak efektif hingga tingkat paling bawah sambil mempersiapkan regenerasi kader menghadapi Pemilu 2029.
Target yang dipasang tidak kecil. Partai menargetkan kembali mengulang kemenangan seperti Pemilu 2019 sekaligus merebut posisi Ketua DPRD di sejumlah daerah di Provinsi Jambi.
Di tengah kompetisi politik yang semakin terbuka dan berubah cepat, PDI Perjuangan Jambi tampaknya mencoba memainkan dua jalur sekaligus: mempertahankan kekuatan struktur lama dan membuka ruang bagi wajah-wajah baru generasi muda.
Politik daerah hari ini tidak lagi hanya soal elite dan baliho jalanan. Pertarungan berikutnya juga akan ditentukan oleh siapa yang paling mampu membaca arah generasi muda, membangun organisasi yang hidup, dan menjaga kedekatan dengan masyarakat hingga level paling bawah. Karena pada akhirnya, dalam politik lokal, suara sering kali lahir dari hubungan yang dibangun jauh sebelum masa kampanye dimulai.(AsenkLeeSaragih)




0 Comments