Jambi - Polemik seleksi kepala sekolah di Kota Jambi kembali menjadi sorotan DPRD.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, mempertanyakan lambannya pemerintah menyelesaikan tahapan seleksi yang hingga kini belum juga diumumkan hasilnya maupun dilakukan pelantikan.
Maria menegaskan bahwa ketidakjelasan ini menimbulkan kecurigaan publik. Ia mendesak pemerintah untuk membuka informasi secara transparan agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat.
“Kenapa seleksi kepala sekolah tidak kunjung tuntas? Ada apa sebenarnya? Pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat agar tidak muncul spekulasi liar,” ujarnya.
Ia menambahkan, lambannya proses seleksi semakin memperkeruh suasana setelah mencuat isu dugaan praktik mahar jabatan kepala sekolah serta munculnya kelompok-kelompok tertentu yang diduga bermain di balik proses tersebut.
Menurutnya, hal ini sangat merusak integritas dunia pendidikan. “Sekarang bahkan muncul isu mahar kepala sekolah. Ini sangat memprihatinkan. Kalau benar ada permainan seperti itu, ini telah mencoreng dunia pendidikan kita. Tidak boleh ada satu pun oknum yang memperjualbelikan jabatan,” tegas Maria.
Maria meminta Pemerintah Kota Jambi, terutama Dinas Pendidikan, untuk segera menuntaskan seluruh proses seleksi kepala sekolah tanpa menunda-nunda.
Ia menilai keterlambatan ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan pendidikan, karena banyak sekolah berjalan tanpa kepala sekolah definitif.
“Pengumuman dan pelantikan harus segera dilakukan. Jangan sampai sekolah-sekolah terlalu lama tidak memiliki kepemimpinan yang jelas. Ini menyangkut kualitas pelayanan pendidikan kepada siswa,” katanya.
Ketidakpastian ini, lanjutnya, telah membuat banyak pihak resah, mulai dari guru, tenaga pendidik, hingga orang tua siswa.
Ia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menangani persoalan ini karena dikhawatirkan dapat menjadi preseden buruk dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Jambi.(Red)


0 Comments