Reses di Alam Barajo, Dewan Kota Jambi Disambut ‘Pantun Cempedak’ Tuo Tengganai


Jambi - Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, Maria Magdalena gelar Reses di RT 14 Bagan Pete. Uniknya, salah seorang Tuo-tuo Tengganai atau Ketua Adat sekitar beri Pantun pada Maria, sebagai bentuk penyambutan, Minggu (04/04/2021).

Kegiatan Reses yang mengundang sekitar 40 orang perwakilan masyarakat ini, di hadiri langsung oleh Camat Alam Barajo Jauharul Ihsan. Kemudian, di dampingi oleh Tuo-tuo tengganai sekitar Datuk Rahmat Losomargono.

Pantauan DinamikaJambi.com di lapangan, tampak beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasinya dalam reses Dewan Kota Jambi ini. Di mulai, dari soal infrastruktur jalan hingga drainase.

“Kami selaku warga Bagan Pete, berharap pada ibu selaku wakil kami. Untuk menyampaikan pada dinas terkait, agar lebih di perhatikan infrastruktur dan drainase yang ada di sini,” ungkap salah satu warga.
Kertas Aspirasi

Mendengar hal tersebut, sontak Politisi PDI Perjuangan ini membagikan beberapa lembar kertas. Ternyata, lembaran itu adalah kertas Aspirasi.

Bilangnya, kertas aspirasi tersebut sengaja di sebarkan. Sebab dalam pandangan Dewan 3 Periode ini, seluruh suara masyarakat yang di rangkum dalam kertas tadi, akan di perjuangkan dalam Musrenbang kedepan.

“Suatu keberhasilan bagi kita semua, apabila aspirasi pada malam ini tersampaikan dan terwujud dalam musrenbang. Maka, kami harapkan bapak dan ibu mengisi lembar aspirasi itu. Tentu, secara benar-benar apa yang menjadi kebutuhan ya,” ungkap Maria.

Sementara di ketahui, lokasi Reses RT 14 Bagan Pete tersebut merupakan daerah pemenang program Kampung Bantar.

Pantun Datuk Rahmat Loso Margono

Lantas, sebagai kawasan pemenang Program Kampung Bantar ini ramai akan pemandangan. Sebab, tak jauh dari lapangan, tampak sebuah tempat penyulingan sampah sebagai produk pupuk kompos.

Tak hanya itu, pun di sisi adat istiadat, kawasan ini memiliki salah seorang Tokoh Adat atau Tuo-Tuo Tengganai. Sebut saja, Datuk Rahmat Loso Margono yang terkenal di kalangan masyarakat sekitar.

Uniknya, di sela-sela penyampaian aspirasi oleh peserta. Dengan menggunakan blankom, Datuk Rahmat malah membacakan pantun pada Politisi Perempuan itu, sebagai tanda penyambutan.

“Bukan cempedak-cempedak sajo, cempedak tumbuh di lorong pipa. Bukannyo kami ko rombongan tegak-tegak sajo, tapi minta pendapat dan motivasi dari DPRD Kota,” kata Datuk Rahmat.

Mendengar pantun tersebut, seketika forum reses riuh tepuk tangan dari para peserta. Pun terakhir, Maria menanggapi dan mengucapkan terimakasih atas Pantun tersebut.

“Terimakasih atas waktunya para Bapak Ibu sekalian, dan juga Ketua Adat kita. Sekali saya tegaskan, kami selaku dewan bukan pejabat, tapi kami adalah penyambungnya suara bapak ibu sekalian,” tutup Maria. (Red-https://dinamikajambi.com)

0 Comments